Jumat, 23 Maret 2012

Minggu Pagi di Kota Bandung

Aktivitas warga Bandung hari Minggu pagi di kanal kali Cisaranten Wetan - Kota Bandung yang ramai menjadi tempat kumpul warga untuk olahraga, jalan-jalan sekaligus belanja karena ada pasar tunpah di sana.
Senam ibu-ibu (Dok. Pribadi)

Kanan kiri sungai jadi pasar kaget yang dipenuhi pedagang kakilima  (Dok. Pribadi)

Lokasinya di bantaran kanal sungai Cisaranten Wetan perbatasan Kel. Cisaranten Wetan dan Kel. Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik - Kota Bandung (Dok. Pribadi)


Kalong Besar di Kota Bandung Telah Punah?

Oleh : Oorang Bandoeng


Fenomena Kalong Besar Melintas di Udara Bandung
Hingga awal tahun 2000-an, setiap senja datang mulai pukul 16.30 di langit kota Bandung masih terlihat ribuan  kalong-kalong ukuran besar dan kecil (Pteropus sp.) yang beterbangan mencari makan di malam hari. Kalong ukuran besar terlihat terbang dengan anggun dari arah utara  ke arah selatan kota Bandung. Sarang mereka diperkirakan di gua-gua pegunungan Bandung Utara hingga perbatasan Kabupaten Subang. Menurut pengamatan kami mereka terbang secara regular dengan pola tetap seperti itu namun tidak untuk mencari makan di daerah Bandung Raya, mereka terlihat terbang terus melewati pegunungan  di selatan kawasan Bandung raya atau diperkirakan di daerah perbatasan Garut - Bandung dan sekitarnya.

Ilustrasi: kalong besar di udara Bandung (sumber: animal-wildlife.blogspot.com)

Untuk kalong ukuran kecil (cocodot - Sunda, red.) mereka terbang kesana kemari relatif tidak punya pola tetap dan teratur seperrti rekannya si kalong besar. Jumlah mereka jauh sangat banyak dan diperkirakan hanya mencari makan disekitar Bandung Raya. Sarang mereka sejauh ini belum diketahui oleh Penulis, namun diperkirakan sama dengan kalong besar.

Mulai Menghilang Awal Tahun 2000-an
Namun mulai tahun 2001 hingga 2003 kalong-kalong tersebut lambat laun mulai berkurang. Tepatnya tahun berapa tidak bisa dipastikan Penulis. Kalong besar saat ini sudah bisa dipastikan lenyap tidak terlihat lagi batang hidungnya. Sedang kaliong kecil terlihat masih ada yang berkeliaran di udara Bandung namun dengan jumlah yang sangat sedikit dibanding sebelum tahun 2000.

Ilustrasi: Kalong di habitat/sarangnya (sumber: kompasiana)


Penyebab
Diperkirakan ada 2 (dua) faktor penyebab utama hilangnya spesies Kalong besar tersebut antara lain:
- Rusaknya habitat mereka
Pembangunan di Kota Bandung khususnya di KBU (Kawasan Bandung Utara) yang sangat cepat telah mengganggu sarang dan habitat asli mereka. Sayangnya mereka bukan hewan yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi saat habitat dan sarang mereka terganggu. Mereka bersarang di gua-gua dan pohon-pohon tinggi di tengah hutan dan kondisi tersebut sangat terbatas dijumpai di KBU dan perbatasan Subang - Bandung.
- Hilangnya sumber pakan mereka
Penyebab kedua diperkirakan karena berkurangnya sumber pakan mereka yang disebabkan faktor manusia maupun faktor alami.
Sejak reformasi tahun 1998 bergulir dan beberapa tahun berikutnya, masyarakat Indonesia di mana-mana mengalami euforia yang mengedepankan kebebasan dan berkurangnya pengaruh pemerintah beserta aparatnya kepada masyarakat. Begitu juga yang terjadi di kawasan-kawasan sekitar hutan di Bandung Raya dan Parahiangan pada umumnya. Efek negatif euforia ini adalah pencaplokan lahan hutan dan penjarahan produk-produk hutan oleh masyarakat sekitar, baik hutan lindung maupun hutan milik perhutani, yang sebelumnya tidak berani diganggu mereka. Pembabatan hutan yang secara alami menjadi lahan sumber pakan bagi kalong secara cepat berkurang banyak.
Selain faktor manusia, faktor alami juga diduga jadi penyebab hilangnya sumber pakan kerabat Batman ini. Pada tahun 2002? - 2007 (?) gunung Papandayan di perbatasan Kabupaten Bandung dengan Garut mengalami peningkatan aktvitas dan puncaknya tahun 2007 (?) lalu Papandayan erupsi dan mengeluarkan awan panas beserta material padat lainnya. Letusan ini menyebabkan kubah Papandayan membesar dari ukuran sebelumnya. Debu vulkanik Papandayan ini diduga telah menyebabkan pohon dan tanaman buah pakan Kalong rusak.

Pelajaran Yang Dapat Diambil
Hilangnya kalong besar di udara Bandung menjadi indikasi memburuknya lingkungan hidup. Saat ini kalong besar menjadi korban berikutnya bisa jadi spesies lainnya, bahkan jangan-jangan nanti kepada kita, manusia. 'Sialnya' manusia adalah hewan yang paling hebat dalam adaptasi (lingkungan) sehingga degradasi lingkungan  yang  sifatnya evolutif tidak akan dirasakan manusia untuk dihiraukan.

Untuk akurasi data dan fakta mohon bantuan dan masukan Pembaca Budiman sekalian.

Thx.


Tags:
kalong kelelawar bat batman lingkungan bandung kota kalong besar kalong kecil subang garut vulkanik papandayan punah lingkungan hidup


Kamis, 22 Maret 2012

Profesi dan Aktivitas Unik di Kota Bandung (2)


Bagian 2
Beberapa aktivitas dan profesi yang ditemui di Kota Bandung.

Seri Kaki Lima:

1. Tukang Martabak Telor Mini















2. Tukang Sayur















3. Tukang Martabak Manis Mini




























4. Tukang Ikan Hias














5. Tukang Peuyeum (Tape Singkong)














6. Tukang Kuda Keliling



Rabu, 08 Februari 2012

Profesi dan Aktivitas Unik di Kota Bandung (1)

Sekumpulan gambaran profesi-profesi dan aktivitas unik yang ditemui di Kota Bandung.

Pengamen 'kuda lumping' lengkap dengan tata rias yang menor, ikat kepala dengan bros di tengahnya, kalung tasbih, kuda lumping, sampur warna ungu, anting di kedua kuping,  kostum, dan pemutar kaset untuk mengiringi sang Pengamen menari. Menilik penampilan dan musik pengiringnya Pengamen diduga berasal dari daerah Jawa Timur.

Aksi Sang Pengamen

Petani di 'ladang' perumahan, profesi yang tak kan lama lagi akan musnah di Kota Bandung.
Profesi dan aktivitas unik berikutnya menyusul ya...

Senin, 06 Februari 2012

Museum Geologi - Bandung, Indonesia

Berikut sedikit foto-foto koleksi Museum Geologi yang terletak di Jalan Diponegoro - Kota Bandung, semoga bermanfaat. 




Koffie Fabriek Aroma - Bandung, Indonesia

Pabrik Kopi Aroma di Kota Bandung Indonesia, adalah sebuah pabrik yang terletak di jalan Banceuy Bandung yang kabarnya telah berdiri sejak awal abad 20-an. Pabrik kopi ini menghasilkan kopi dengan rasa dan kualitas kelas dunia, terbukti dengan banyaknya Cafe atau Coffee Shop baik di Kota Bandung maupun kota-kota lain di Indonesia yang menggunakan kopi ini sebagai bahan baku kopi buatannya. Pada kesempatan mengunjungi pabrik ini pada akhir Desember 2011 lalu terlihat banyak keluar masuk pengelola cafe dan coffee shop untuk membeli beragam jenis kopi biji maupun kopi bubuk yang disediakan Kopi Aroma ini. 
Karyawan Kopi Aroma Bandung sedang menggiling dan membungkus kopi pesanan pelanggan.
Kopi Moca Arabica dari Kopi Aroma, aromanya sangat kuat, rasa coklat yang kuat, rasa kopi yang mild memberi paduan rasa yang enak en mantapss dan satu lagi tidak bikin kembung (asal diseduh pake air panas loh).
Suasana outlet Pabrik Aroma Kopi




Poster Kopi Aroma yang bergaya art deco


Kemasan kopi yang tetap dipertahankan dari sejak dulu.


Pemandangan depan pabrik yang sederhana bahkan terlihat kusam, padahal di dalamnya terdapat pabrik kopi di pusat kota yang menghasilkan kopi kelas dunia.